Jadilah Pelita

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.

Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.”

Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.”

Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta.

Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!”

Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta.

Kali ini si buta bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!”

Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!”

Si buta tertegun..

Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.”

Si buta tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.”

Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.

Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta kita.

Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, “Maaf, apakah pelita saya padam?”

Penabraknya menjawab, “Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama.”

Senyap sejenak.

secara berbarengan mereka bertanya, “Apakah Anda orang buta?”

Secara serempak pun mereka menjawab, “Iya.,” sembari meledak dalam tawa.

Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.

Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta.

Timbul pikiran dalam benak orang ini, “Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka.”

Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).

Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.

Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka bisa melihat.

Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.

Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.

Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.

Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita.

Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.

Bila mata tanpa penghalang, hasilnya adalah penglihatan. Jika telinga tanpa penghalang, hasilnya adalah pendengaran. Hidung yang tanpa penghalang membuahkan penciuman. Fikiran yang tanpa penghalang hasilnya adalah kebijaksanaan.

MOTIVASI DIRI

Berusahalah, jangan berpuas hati sehingga yang baik menjadi lebih baik dan yang lebih baik menjadi paling baik. (Larry Bielat)
Manusia cemerlang fokus kepada kerja penting walaupun tidak seronok. Sementara manusia lemah fokus kepada kerja seronok walaupun tidak penting. (Dr. Shukri Abdullah)
Kejayaan bergantung kepada apa yang anda lakukan dengan diri anda. (Ron Jenson)
Kegagalan bukan muktamad. Kita gagal kerana terlalu cepat mengaku kalah dan mudah putus asa. (Lewis Timberlane)
Tidak ada kemajuan tanpa perubahan. Mereka yang tidak boleh mengubah pemikiran tidak boleh mengubah apa-apa. (George Bernard Shaw)
Musuh utama kecemerlangan bukanlah kekurangan fizikal, sosial atau ekonomi tetapi mental. (Dr. Shukri Abdullah)
Saya tidak kalah apabila saya berada di bawah. Saya hanya kalah sekiranya saya tidak bangun semula dari bawah. (Dr. Shukri Abdullah)
Buatlah apa yang anda mampu buat, dengan apa yang anda ada dan di mana sahaja anda berada kerana tiada alasan di dalam kamus pemburu kejayaan. (Henry Truman)
Secara semulajadi semua manusia itu sama, tetapi ilmu menjadikan mereka cukup berbeza. (Bidalan Cina)
Rancanglah masa depan anda kerana di situlah anda akan menghabiskan hidup anda. (Dr. Shukri Abdullah)
RAJIN itu adalah punca segala kejayaan dan MALAS pula punca segala kegagalan. (Dr. Shukri Abdullah)
Rahsia kejayaan cuma ada dua perkataan, TRY (cuba lagi) HARDER (lebih kuat). (J.P Ghetty – Billionaire)
Memulakan sesuatu itu adalah hebat tetapi menyelesikannya adalah lebih hebat! (H.W Longfellow)
Kebanyakan orang gagal bukan kerana bodoh tetapi mereka gagal kerana melakukan kerja bodoh. (Dr. Shukri Abdullah)
Manusia yang berakal ialah manusia yang suka menerima dan meminta nasihat. (Saidina Umar Al-Khattab)
Kemahuan adalah umpama orang buta yang perkasa mendukung orang lumpuh yang dapat melihat. (Arthur Schopenauer)
Kesusahan yang dialami kerana berusaha untuk berjaya hanya sekejap sahaja kemudian akan senang seumur hidup. (Ibnu Yusuf)
Tidak ada manusia yang dengan sendirinya menjadi cerdik. (Dr. Shukri Abdullah)
Meminta maaf jangan membuat diri kita menjadi hina. Memberi maaf jangan membuat kita merasa bangga. Tapi saling memaafkan itulah yang mulia (Silvana)
Jika lidah selalu basah dengan dzikrullah, jika pikiran selalu tertuju pada keinginan untuk mendapat Redha Allah, maka bersiaplah untuk manisnya iman dan nikmatnya ibadah (Rudi)
Sebaik-baik manusia adalah orang yang jika dilihat maka dapat mengingatkan kepada Allah (Zahwa)
Sebaik-baik manusia adalah yang sedikit bicara banyak berbuat kebaikan. Seburuk-buruk manusia adalah yang banyak bicara namun sedikit berbuat kebaikan (Azis)
Kita harus menyedari bahwa yang lebih berhak atas diri kita hanyalah Allah swt. Sang Khalik. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur dengan apa yang diberikannya, apapun itu (Asih)
Bahaya kepandaian adalah berbuat sekehendak hati. Bahaya keberanian adalah melampaui batas. Bahaya toleransi adalah menyebut-nyebut kebaikannya. Bahaya kecantikan adalah sombong. Bahaya ucapan adalah dusta. Bahaya ilmu adalah lupa. Bahaya pemurah adalah berlebih-lebihan (Tengku Abdul Wahab)
Teman yang benar bukanlah teman yang selalu membenarkan perkataanmu, akan tetapi teman yang benar adalah teman yang selalu berkata benar kepadamu (Salman)
Apabila kesusahan datang menerpa diri dan kecemasan bertumpang tindih menghimpit Anda, ucapkanlah “Laa Ilaah Illallaah” (Maidi)
Hasan Al-Basri berkata : “Aku tahu rezekiku tidak dimakan orang lain, keranaNya hatiku tenang. Aku tahu amalan-amalanku tidak mungkin dilakukan orang lain, maka aku sibukkan diriku dengan beramal. Aku tahu Allah selalu melihatku,keranaNya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat. Aku tahu kematian menantiku, maka aku persiapkan bekal untuk berjumpa dengan Robb-Ku”
Empat hal yang dipandang sebagai ibu : Ibu dari segala ubat adalah sedikit makan. Ibu dari segala adab adalah sedikit bicara. Ibu dari segala ibadah adalah takut dosa. Ibu dari segala cita-cita adalah sabar. (Key)
Kelalaian itu merupakan keburukan dan dzikrullah merupakan kemenangan. Tidak ada kebaikan dalam hidup tanpa persaudaraan kerana Allah. Kadang seseorang bisa lupa kerana harta yang dia lihat atau emas yang dia beli tetapi ia tidak akan melupakan seseorang yang dia cintai kerana Allah (Jun)
Semakin bertambah keilmuan dan kekayaan seseorang, akan makin besar pula amanah yang dibeban olehnya. Tirulah padi, semakin berisi semakin menunduk (Abdullah Ibn Adam)
Kebenaran tidak diukur dengan banyaknya orang yang mau melakukannya, namun kebenaran adalah apa saja yang mendasari Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman salafus salih (Anisya LM)
Perbanyaklah menanam kebaikan meskipun orang yang menerima kebaikan itu tidak membalas seperti yang kita tanam, pasti akan ditanam hasilnya, entah sekarang atau esok, atau mungkin jadi ladang amal di akhirat kelak (Gilang)
Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya. (Ali bin Abi Thalib)
Kita berdoa jika kesusahan dan memerlukan sesuatu, mestinya kita juga berdoa dalam kegembiraan besar dan rezeki melimpah (Khalil Gibran)
Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, hidup di tepi jalan dan dilempari dengan batu, tapi membalas dengan buah (Abu Bakar Sibli)
Apabila kamu tidak bisa berbuat kebaikan kepada orang lain dengan kekayaanmu, maka berilah mereka kebaikan dengan wajahmu yang berseri-seri, disertai akhlak yang baik (Nabi Muhammad Saw.)

Kerana manusia cinta akan dirinya, tersembunyilah baginya aib dirinya. Tidak kelihatan olehnya walaupun nyata.  Kecil di pandangnya walau bagaimana pun besarnya (Jalinus At Thabib)

Jika Motivasi Menulis Sering Naik Turun, Bagaimana?

Semangat menulis naik turun merupakan hal biasa dalam dunia penulisan, khususnya dalam belajar menulis buku. Orang sering begitu bersemangat ketika di awal memulai sesuatu. Namun seiring waktu, perlahan motivasi menulis itu meluntur.

Bagaimana sebaiknya?

Berikut ini tipsnya…

1. Ingat kembali tujuan menulis anda

Apa tujuan anda menulis? Coba tenangkan diri anda. Lihat kembali tujuan anda melakukannya. Apa yang ingin anda capai dari menulis. Apakah sebuah tulisan bergizi untuk manusia Indonesia, apakah ajang ekspresi diri, apakah tujuan menulis anda untuk membantu orang lain meraih kehidupan yang lebih lebih baik? Atau apa?

Coba ingat lagi tujuan anda menulis. Perjelaslah tujuan tersebut. Tujuan tersebutlah yang akan membimbing anda untuk tetap kuat terus menulis.

2. Singkirkan Stress

Ketika motivasi anda menurun, mungkin saja anda sedang stres. Tekanan lingkungan sedang menghimpit anda. Dan itu sangat berpengaruh terhadap kondisi fisik dan mental anda.

Coba pikirkan baik-baik kondisi anda saat ini. Apakah stres yang anda alami ini berat atau ringan? Bila ringan, singkirkan agar anda bisa fokus pada goal anda! Jika masalahnya berat, selesaikan masalah itu, segera!

3. Sharing dengan teman satu minat

Saat semangat anda down, mungkin anda perlu berbagi (sharing) dengan teman anda yang sama-sama penulis. Anda bisa ngobrol dengan teman anda. Anda ceritakan masalah anda pada mereka. Mungkin mereka punya solusi yang bisa membuat semangat menulis anda kembali bangkit.

Bila melihat wajah teman anda yang satu minat itu, maka akan membuat anda semangat. Saya rasa anda pernah merasakannya..

4. Ikuti pelatihan menulis buku atau kursus menulis buku.

Mengikuti pelatihan menulis akan membuat Anda bersemangat karena Anda akan bertemu banyak orang yang satu minat dengan Anda dan juga akan bertemu dengan pengetahuan segar disana.

5. Minta Pada Yang Maha Kuat

Setiap persoalan pasti ada solusinya. Serahkan segalanya pada Allah SWT. Dekatkan diri anda pada-Nya. Perbanyak doa dan mintalah kekuatan padanya…

Terakhir…

Saat anda bangun di pagi hari, jika anda masih dalam kondisi yang kurang bersemangat.

Tanyakan pada diri anda. Sampai kapan aku kurang termotivasi seperti ini? Sementara di depan sana, ada tujuan yang harus kukejar. Bukan demi diriku, tapi demi orang yang aku cintai: Anak manusia. Aku harus bangkit! Bangkit! Bangkit!

Yes dan coba kepalkan tangan anda ke atas sambil meneriakkan kata-kata yang penuh semangat.

Jangan menyerah!

5 Rumus Ajaib Belajar Menulis Buku

Di bawah ini adalah 5 Rumus Ajaib Belajar Menulis Buku. Silakan lahap sampai habis.

1. Knowledge Is Power (Pengetahuan Adalah Kekuatan)

Knowledge is power. Dalam menulis buku, Anda butuh pengetahuan. Bila Anda tahu cara menulis buku yang baik dan benar, Anda akan sangat beruntung karena akan ada banyak buku yang akan Anda terbitkan.

Memiliki pengetahuan yang tepat sama dengan memiliki kekuatan yang besar. Coba bayangkan, bila Anda tahu sebuah tambang emas. Juga Anda tahu cara mengeksplorasinya, maka Anda akan sangat bahagia. Bahkan Anda adalah orang yang paling bahagia di dunia ini karena Anda memiliki power yang luar biasa, pengetahuan.

Untuk mendapatkan pengetahuan, kuncinya hanya satu: Belajar.

Bila suka belajar, Anda akan tahu. Namun sebaliknya, cobalah tidak belajar, dunia Anda akan gelap. Anda tidak akan bahagia karena Anda tidak tahu tambang emas Anda.

 

Begitu pula, untuk mendapatkan pengetahuan menulis buku, kuncinya hanya satu: Belajar.

Bila Anda mau dan suka belajar, Anda akan tahu. Namun bila Anda menganggap belajar itu mahal, maka cobalah ketidaktahuan. Ketidaktahuan jauh lebih mahal harganya. Bila Anda tidak tahu bagaimana cara menulis buku yang baik dan benar, maka menulis buku akan menjadi masalah besar bagi Anda. Seperti lumrah orang berkata, apa saja yang tidak Anda ketahui, tidak dapat menolong Anda.

2. Work is a pleasure (Bekerja Itu Menyenangkan)

Work is a pleasure. Bila Anda tahu tambang emas, serta hal yang berkaitan dengannya, dan Anda bekerja dengan senang hati, maka Anda telah berada di jalur yang benar. Anda sedang meniti jalan menuju sukses.

Untuk menciptakan satu buku, Anda harus menulis dengan senang dan bergembira. Anda harus seperti sedang menangguk emas. Anda harus menulis dengan ringan dan mengalir, tidak ada beban, tidak ada tekanan.

Namun bila menulis masih terasa berat bagi Anda, berarti Anda belum menganggap menulis buku sebagai sesuatu yang berharga seperti emas.

Bila demikian, Anda harus tetap menulis, jangan berhenti. Tenang saja karena merasa berat dalam memulai segala hal adalah biasa. Coba ingat-ingat lagi saat Anda pindah atau bergaul dengan lingkungan dan orang baru, Anda merasa berat dan kaku, kan?

Begitu juga dalam memulai menulis, apalagi sudah mulai menulis buku, Anda akan merasa berat menjalankannya. Akan ada banyak halangan dan rintangan yang akan merayu Anda untuk tidak menyelesaikan tulisan atau buku Anda.

Tips untuk keluar dari situasi ini adalah dengan menyadari dan percaya bahwa, keadaan seperti ini adalah biasa dalam memulai sesuatu. Untuk menggapai tujuan, orang harus berusaha dan berjuang terlebih dahulu, no pain, no gain…

3. No Pain No Gain (Bila Tidak Ada Kesakitan, Maka Tidak Ada Hasil)

Akan ada banyak pain (kesakitan), akan ada banyak masalah sepanjang jalan menuju tambang emas Anda (Gain). Memang demikianlah aturan mainnya. Dan untuk itu, Anda harus bekerja keras untuk mengusahakan sesuatu yang sangat Anda inginkan.

Jika semua lancar lancar saja, jika semuanya mudah mudah saja seperti semudah membalikkan telapak tangan, maka impian Anda mungkin terlalu kecil, atau sesuatu itu tidak layak dilakukan. Impian yang besar, biasanya, kesakitan atau tantangannya juga besar!

Apakah Anda pernah atau bahkan sering mendengar pernyataan ini?

Ya, satu sikap wajib yang harus diambil seorang penulis yang bijak ketika halangan dan rintangan itu terus menghadang adalah: Terus berjuang dan  Never Give Up, jangan menyerah….

4. Never Give up (Jangan Menyerah)

Bila sudah mempunyai knowledge, Anda sudah menulis dengan senang hati, Anda telah menghadapi banyak masalah dan masalah itu sangat suka menghadang Anda, maka lakukan terus, never give up, jangan menyerah. Bila Anda give up maka Anda tidak akan sampai sukses mendulang banyak emas. Anda tidak akan sampai menerbitkan buku.

Jangan mudah menyerah. Sebenarnya, dengan melakukan tiga hal di atas: Mau belajar, bekerja dengan senang hati, bekerja keras, Anda sudah dekat dengan puncak kesuksesan. Anda sudah berada di track yang benar. Pensil, pena, keyboard komputer Anda adalah saksinya. Kursi, meja, lantai dan dinding kamar Anda telah melihat usaha Anda. Keluarga, teman, tetangga Anda juga tahu bahwa Anda telah melakukan hal yang benar.

Anda hanya butuh selangkah lagi untuk sukses. Anda hanya butuh keyakinan bahwa tidak ada yang mustahil dalam hidup ini bila Anda telah berada di track yang benar.

5. Nothing is impossible (Tidak Ada yang Mustahil)

Percayalah bahwa segalanya adalah mungkin bagi orang yang sungguh-sungguh. Segalanya akan terjadi bila Anda telah menulis dengan segenap jiwa, dengan seluruh raga, dengan semua doa.

Apalagi sudah banyak orang yang sukses dalam menulis buku. Anda harus lebih yakin lagi bahwa Anda pun bisa seperti mereka. Sebab langkah-langkahnya sudah jelas. Contohnya sudah ada. Tips-tipsnya sudah banyak bertebaran di buku, di internet dan di pelatihan menulis. Anda tinggal contek dan ikuti semangat dan kiat-kiat keberhasilan mereka.

Bila sudah ada satu, dua, tiga orang telah berhasil menangguk emas, maka hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil bagi orang keempat, kelima, keenam untuk melakukan hal yang sama.

Apakah Anda sepakat dengan pernyataan ini?

Yups, Anda harus yakin dan percaya bahwa Anda bisa menangguk emas, menerbitkan buku kesayangan Anda, seperti orang lain yang telah sukses melakukannya. Bila keyakinan itu ada, Anda bisa menerbitkan buku Anda. Bila keyakinan itu ada, jangankan satu buku, seratus buku pun bisa Anda tulis dan terbitkan.

Semangat!

MPBA

KENAIKAN HARGA BERAS DI TINJAU DARI PRODUKSI PADI MENURUN DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH

Disusun oleh:

WIDI RUDINI

A210090200

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2011

DAFTAR ISI

 

 

 

HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………………….          i

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………….      viii

MATRIK PENELITIAN ………………………………………………………………………        ix

BAB  I   PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah ………………………………………………………..         1

B. Identifikasi Masalah………………………………………………………………         5

C. Pembatasan Masalah………………………………………………………………         5

D.Rumusan Masalah………………………………………………………………….         5

E. Tujuan Penelitia……………………………………………………………       6

  1.  Manfaat Penelitian………………………………………………………………..         6

BAB II   LANDASAN TEORI

A.Tinjauan Pustaka……………………………………………………………………         7

B. Penelitian Relevan…………………………………………………………………       11

C. Hipotesis Penelitian ………………………………………………………………       12

BAB III  METODE PENELITIAN

A.Tempat dan Waktu Penelitian …………………………………………………       13

B. ObyekJenis Penelitian…………………………………………………………….       13

C. Populasi, Sampel dan Sampling……………………………………………….       14

D.Variabel Penelitian ………………………………………………………………..       15

E. Sumber Data…………………………………………………………………………      16

  1. Teknik Pengumpulan Data…………………………………………….     17

G.Teknik Uji Persyaratan Analisis……………………………………………….       18

H.Teknik Analisis Data…………………………………………………….     19

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………..       20

MATRIK PENELITIAN

Judul Penelitian : Kenaikan harga beras ditinjau dari produksi padi menurun dan kebijakan pemerintah
Rumusan masalah : 1. Apakah ada pengaruh produksi padi menurun terhadap kenaikan harga beras?

2. Apakah ada pengaruh kebijakan pemerintah terhadap kenaikan harga beras?

3. Apakah ada  pengaruh produksi padi menurun dan kebijakan pemerintah secara bersama terhadap kenaikan harga beras?

Refrensi Buku:

  1. Pengantar ilmu ekonomi

Hipotesis:1. Ada pengaruh yang signifikan antara produksi padi menurun terhadap kenaikan harga beras

2. Ada pengaruh yang signifikan antara Kebijakan pemerintah terhadap kenaikan harga beras

3. Ada Pengaruh yang signifikan antara produksi padi menurun dan Kebijakan pemerintah secara bersama terhadap kenaikan harga beras

Variabel

Indikator Variabel

Data yang akan digali

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisa Data

Kenaikan harga beras (Y)  Dokumentasi

  1. Uji Instrumen
  • § Uji validitas
  • § Uji realibilitas
  1. Uji Prasyarat
  • § Uji Normalitas
  • § Uji linearitas
  1. Teknik analisis data
  • § Analisis Regresi Ganda
  1. Uji hipotesis
  • § Uji F
  • § Uji t
  1. Sumbangan efektif dan sumbangan relative.

Produksi padi menurun (X1)

  1. Menilai dan menaksir padi yang akan di panen
    1. Mengenal jenis-jenis padi
    2. Cara penilaian
    3. Mutu padi yang baik

Penilaian produksi padiDokumentasiKebijakan pemerintah (X2)

  1. Peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam masalah pangan(beras)

 

Kebijakan yang akan diambil pemerintah apabila harga beras naikDokumentasi

KENAIKAN HARGA BERAS DI TINJAU DARI PRODUKSI PADI MENURUN DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH

  1. Pendahuluan

1. Latar Belakang Masalah

Kenaikan harga beras pada 1-2 bulan terakhir mulai mendapat sorotan. Sebagaimana yang diketahui, harga beras rata-rata pertengahan Januari 2010 dibandingkan harga rata-rata Desember 2009 naik 5,6 persen. Sedangkan, harga beras termurah naik 5,9 persen. Jika dibandingkan rata-rata harga tiga bulanan, harga beras umum naik 8,5 persen dan beras termurah naik 7,9 persen.

Hal yang selalu terjadi pada bulan Desember-Januari adalah produksi sedikit menurun yang menyebabkan terjadi kenaikan harga beras. Dan, kenaikan harga pun masih di bawah ambang batas toleransi, yakni masih di bawah 25 persen. Sebagaimana diketahui, ketika harga beras mencapai kenaikan 25 persen atau lebih, itu adalah sinyal bagi pemerintah untuk melakukan operasi pasar beras dengan menyuplai ke pasar cadangan beras pemerintah yang ada di gudang Bulog dengan harga yang lebih murah dari harga pasar.

Berdasarkan latar belakang di atas sangatlah penting bagi masyarakat untuk mengetahui bahwa produksi padi dan kebijakan pemerintah sangat berpengaruh dalam kenaikan harga beras. Untuk itu peneliti tertarik untuk meneliti permasalahan tersebut, maka peneliti mengangkat judul “kenaikan harga beras ditinjau dari produksi padi menurun dan kebijakan pemerintah”.

  1. Identifikasi Masalah

Pada dasarnya kenaikan harga beras dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik faktor dari alam dan faktor dari luar manusia. Beberapa faktor yang berasal dari alam diantaranya yaitu curah hujan, angin, dan bencana alam. Sedangkan faktor yang berasal dari manusia diataranya yaitu spekulasi kenaikan harga pupuk, hambatan trasportasi, stok petani, penggilingan dan pedagang relative menipis, produksi padi menurun dan kebijakan pemerintah.

  1. Pembatasan  Masalah

Untuk bisa menjangkau dan menyelesaikan secara keseluruhan, maka diperlukan adanya pembatasan masalah yang mampu memfokuskan masalah itu, sehingga menjadi jelas kesenjangan dan permasalahanya dan bisa dicari jalan keluarnya. Dari objek penelitian ini dibatasi pada:

  1. produksi padi menurun

2. kebijakan pemerintah

D.   Perumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh produksi padi menurun terhadap kenaikan harga beras?
    1. Apakah ada pengaruh kebijakan pemerintah terhadap kenaikan harga beras?
    2. Apakah ada  pengaruh produksi padi menurun dan kebijakan pemerintah secara bersama terhadap kenaikan harga beras?
  1. Tujuan Penelitian

Setiap kegiatan yang dilakukan pasti mempunyai tujuan begitu juga halnya penelitian ini mempunyain tujuan yang hendak dicapai sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui adanya pengaruh yang signifikan dari variabel produksi padi menurun terhadap kenaikan harga beras.
  2. Untuk mengetahui adanya pengaruh yang signifikan dari variabel kebijakan pemerintah terhadap kenaikan harga beras.
  3. Untuk mengetahui adanya pengaruh secara bersama-sama antara produksi padi menurun  dan kebijakan pemerintah terhadap kenaikan harga beras.
  1. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah :

a. Dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan

Pembangunan Pertanian.

b. Dapat digunakan sebagai bahan referensi terhadap penelitian – penelitian

selanjutnya.

c. Mengevaluasi efektifitas kebijakan harga dasar gabah di tingkat petani.

BAB II

LANDASAN TEORI

A.   Tinjauan Pustaka

1. Harga

Harga yang merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang seringkali dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi konsumen dalam melakukan pembelian tidak bisa dikesampingkan oleh perusahaan.

Swastha (1990) mendefinisikan harga sebagai sejumlah uang (ditambah beberapa produk) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk dan pelayanannya. Dari definisi diatas dapat diketahui bahwa harga yang dibayar oleh pembeli sudah termasuk layanan yang diberikan oleh penjual. Banyak perusahaan mengadakan pendekatan terhadap penentuan harga berdasarkan tujuan yang hendak dicapainya. Adapun tujuan tersebut dapat berupa mengkatkan penjualan, mempertahankan market share, mempertahnkan stabilitas harga, mencapai laba maksimum dan sebagainya.

Harga menurut Kotler dan Amstrong (2001) adalah sejumlah uang yang ditukarkan untuk sebuah produk atau jasa. Lebih jauh lagi, harga adalah jumlah dari seluruh nilai yang konsumen tukarkan untuk jumlah manfaat dengan memiliki atau menggunakan suatu barang dan jasa. Lebih jauh lagi, harga adalah jumlah dari seluruh nilai yang konsumen tukarkan untuk jumlah manfaat dengan mamiliki atau menggunakan suatu barang dan jasa.

1.1   Indikator Harga

Dalam penelitian ini menggunakan empat indikator yang mencirikan harga yaitu (Stanton, 1998) :

1. Keterjangkauan harga

2. Kesesuaian harga dengan kualitas produk

3. Daya saing harga

4. Kesesuaian harga dengan manfaat

2.  Produksi

Menurut Prof.Drs.Hindarsah (PIE makro: 8) “Produksi adalah semua tindakan untuk menambah faedah dengan menambah faktor-faktor produksi yang kekurangan, dengan maksud untuk dipertukarkan”. Berdasarkan pengertian ini pekerjaan industri, pekerjaan pertambangan, perdagangan dan pekerjaan yang menghasilkan jasa-jasa itu semua merupakan pekerjaan (kegiatan) produksi, karena segala kegiatan usahanya bertujuan menaikkan nilai atau faedah.

Sedangkan menurut JR. Hicks (PIE makro: 9) ”Produksi adalah setiap usaha/kegiatan yang ditujukan umtuk memenuhi kebutuhan orang dengan jalan pertukaran”.

Kemudian menurut menurut Ace Partadireja (1991: 21), Produksi diartikan “segala kegiatan untuk menciptakan atau menambah guna atas sesuatu benda, atau segala kegiatan yang ditujukan untuk memuaskan orang lain melewati pertukaran”.

Kegiatan menambah kegunaan/nilai atas sesuatu benda yang termasuk kegiatan produksi meliputi;

  1. Kegunaan barang menurut bentuk
  2. Kegunaan menurut tempat
  3. Kegunaan menurut waktu
  4. Kegunaan milik

5.   Guna menurut unsur

3.  Kebijakan Pemerintah

  • Chandler dan Plano ( 1988 )
    Kebijkan publik adalah pemanfaatan yang strategis terhadap sumberdayasumberdaya
    yang ada untuk memecahkan masalah-masalah publik atau pemerintah. Kebijakan publik merupakan suatu bentuk intervensi yang dilakukan
    secara terus menerus oleh pemerintah demi kepentingan kelompok yang kurang beruntung dalam masyarakat agar mereka dapat hidup, dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan secara luas. Pengertian kebijakan publik menurut Chandler dan Plano dapat diklasifikasikan kebijakan sebagai intervensi pemerintah. Dalam hal ini pemerintah mendayagunakan berbagai instrumen yang dimiliki untuk mengatasi persoalan publik.
  • Thomas R. Dye ( 1981 )
    Kebijakan publik dikatakan sebagai apa yang tidak dilakukan maupun apa yang dilakukan oleh pemerintah. Pokok kajian dari hal ini adalah negara. Pengertian ini selanjutnya dikembangkan dan diperbaharui oleh para ilmuwan yang berkecimpung dalam ilmu kebijakan publik. Definisi kebijakan publik menurut Thomas R. Dye ini dapat diklasifikasikan sebagai keputusan ( decision making ), dimana          , termasuk keputusan untuk membiarkan sesuatu terjadi, demi teratasinya suatu persoalan publik.
  • Easton ( 1969 )
    Kebijakan publik diartikan sebagai pengalokasian nilai-nilai kekuasaan untuk seluruh masyarakat yang keberadaannya mengikat. Dalam hal ini hanya pemerintah yang dapat melakukan suatu tindakan kepada masyarakat dan tindakan tersebut merupakan bentuk dari sesuatu yang dipilih oleh pemerintah yang merupakan bentuk dari pengalokasian nilai-nilai kepada masyarakat.
    Definisi kebijakan publik menurut Easton ini dapat diklasifikasikan sebagai suatu proses management, yang merupakan fase dari serangkaian kerja pejabat publik.
    Dalam hal ini hanya pemerintah yang mempunyai andil untuk melakukan
    tindakan kepada masyarakat untuk menyelesaikan masalah publik, sehingga
    definisi ini juga dapat diklasifikasikan dalam bentuk intervensi pemerintah. pada peraturan perundangan yang bersifat mengikat dan memaksa.
  • Anderson ( 1975 )
    Kebijakan publik adalah sebagai kebijakan-kebijakan yang dibangun oleh badanbadan
    dan pejabat-pejabat pemerintah, dimana implikasi dari kebijakan tersebut
    adalah :
    1) Kebijakan publik selalu mempunyai tujuan tertentu atau mempunyai
    tindakan-tindakan yang berorientasi pada tujuan.
    2) Kebijakan publik berisi tindakan-tindakan pemerintah.
    3) Kebijakan publik merupakan apa yang benar-benar dilakukan oleh
    pemerintah jadi bukan merupakan apa yang masih dimaksudkan untuk
    dilakukan.
    4) Kebijakan publik yang diambil bisa bersifat positif dalam arti merupakan
    tindakan pemerintah mengenai segala sesuatu masalah tertentu, atau
    bersifat negatif dalam arti merupakan keputusan pemerintah untuk tidak
    melakukan sesuatu.
    5) Kebijakan pemerintah setidak-tidaknya dalam arti yang positif didasarkan
  • Jones ( 1977 )
    Jones menekankan studi kebijakan publik pada dua proses, yaitu :
    1) Proses-proses dalam ilmu politik, seperti bagaimana masalah-masalah itu
    sampai pada pemerintah, bagaimana pemerintah mendefinisikan masalah
    itu, dan bagaimana tindakan pemerintah.
    2) Refleksi tentang bagaimana seseorang bereaksi tehadap masalah-masalah,
    terhadap kebijakan negara, dan memecahkannya.
  • Heclo ( 1972 )
    Heclo menggunakan istilah kebijakan secara luas, yakni sebagai rangkaian
    tindakan pemerintah atau tidak bertindaknya pemerintah atas sesuatu masalah.
    Jadi lebih luas dari tindakan atau keputusan yang bersifat khusus. Definisi ini
    dapat diklasifikasikan sebagai decision making yaitu apa yang dipilih oleh
    pemerintah untuk mengatasi suatu masalah publik, baik dengan cara melakukan
    suatu tindakan maupun untuk tidak melakukan suatu tindakan.
  • Henz Eulau dan Kenneth Previt ( 1973 )
    Merumuskan kebijakan sebagai keputusan yang tetap, ditandai oleh kelakuan
    yang berkesinambungan dan berulang-ulang pada mereka yang membuat
    kebijakan dan yang melaksanakannya.
  • Robert Eyestone
    Secra luas kebijakan publik dapat didefinsikan sebagai hubungan suatu unit
    pemerintah dengan lingkungannya. Definisi ini dapat diklasifikasikan sebagai
    democratic governance, dimana didalamnya terdapat interaksi negara dengan
    rakyatnya dalam rangka mengatasi persoalan publik.
  • Richard Rose
    Kebijakan hendaknya dipahami sebagai serangkaian kegiatan yang sedikit banyak
    berhubungan beserta konsekuensi-konsekuensinya bagi mereka yang
    bersangkutan daripada sebagai suatu keputusan tersendiri. Kebijakan ini dipahami
    sebagai arah atau pola kegiatan dan bukan sekedar suatu keputusan untuk
    melakukan sesuatu. Definisi ini dapat diklasifikasikan sebagai intervensi negara
    dengan rakyatnya dalam rangka mengatasi persoalan publik, karena melalui hal
    tersebut akan terjadi perdebatan antara yang setuju dan tidak setuju terhadap suatu
    hasil kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.
  • Carl Friedrich
    Ia memandang kebijakan sebagai suatu arah tindakan yang diusulkan oleh
    seseorang, kelompok atau pemerintah dalam suatu lingkup tertentu, yang
    memberikan hambatan-hambatan dan kesempatan kesempatan terhadap kebijakan
    yang diusulkan untuk menggunakan dan mengatasi dalam rangka mencapai suatu
    tujuan, atau merealisasikan suatu sasaran atau suatu maksud tertentu. Definisi ini
    dapat diklasifikasikan sebagai intervensi pemerintah ( intervensi sosio kultural )
    dengan mendayagunakan berbagai instrumen ( baik kelompok, individu maupun
    pemerintah ) untuk mengatasi persoalan publik.
  • James Anderson
    Kebijakan merupakan arah tindakan yang mempunyai maksud yang ditetapkan
    oleh seorang aktor atau sejumlah aktor dalam mengatasi suatu masalah.
    ·
  • Amir Santoso
    Pada dasarnya pandangan mengenai kebijakan publik dapat dibagi kedalam dua
    kategori, yaitu :
    1) Pendapat ahli yang menyamakan kebijakan publik sebagai tindakantindakan
    pemerintah.Semua tindakan pemerintah dapat disebut sebagai
    kebijakan publik. Definisi ini dapat diklasifikasikan sebagai decision
    making dimana tindakan-tindakan pemerintah diartikan sebagai suatu
    kebijakan.
    2) Pendapat ahli yang memberikn perhatian khusus pada pelaksanaan
    kebijakan. Kategori ini terbagi dalam dua kubu, yakni :
    a. Mereka yang memandang kebijakan publik sebagai keputusankeputusan
    pemerintah yang mempunyai tujuan dan maksudmaksud
    tertentu dan mereka yang menganggap kebijakan publik
    sebagai memiliki akibat-akibat yang bisa diramalkan atau dengan
    kata lain kebijakan publik adalah serangkaian instruksi dari para
    pembuat keputusan kepada pelaksana kebijakan yang menjelaskan
    tujuan-tujuan dan cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut.
    Definisi ini dapat diklasifikasikan sebagai decision making oleh
    pemerintah dan dapat juga diklasifikasikan sebagai interaksi
    negara dengan rakyatnya dalam mengatasi persoalan publik.
    b. Kebijakan publik terdiri dari rangkaian keputusan dan tindakan.
    Kebijakan publik sebagai suatu hipotesis yang mengandung
    kondisi-kondisi awal dan akibat-akibat yang bisa diramalkan
    ( Presman dan Wildvsky ). Definisi ini dapat diklasifikasikan
    sebagai decision making dimana terdapat wewenang pemerintah
    didalamnya untuk mengatasi suatu persoalan publik.

B.   Kerangka Penelitian

Keterangan :

Variabel bebas          : produksi padi menurun (X1)

Kebijakan pemerintah (X2)

Variabel terikat        : kenaikan harga beras (Y)

C.   Hipotesis

  1. Ada pengaruh yang signifikan antara produksi padi menurun terhadap kenaikan harga beras
  2. Ada pengaruh yang signifikan antara Kebijakan pemerintah terhadap kenaikan harga beras
  3. Ada Pengaruh yang signifikan antara produksi padi menurun dan Kebijakan pemerintah secara bersama terhadap kenaikan harga bera

BAB III

METODE PENELITIAN

A.      Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di 10 pasar yang ada di pekalongan.

Sedangkan waktu penelitianya dilakukan selama satu bulan yaitu pada bulan Mei.

B.      Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2003:14), “Penelitian kuantitatif adalah penelitian dengan maksud memperoleh data yang berbentuk angka/data kualitatif yang di angkakan”. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dalam arti data yang diperoleh dari populasi penelitian dianalisis sesuai dengan metode statistic yang digunakan kemudian diinterprestasikan.

C.      Populasi, Sampel dan Sampling

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian populasi, dimana peneliti meneliti semua populasi, sehingga tidak ada sampel dan sampling.

Dalam hal ini populasinya adalah 10 pasar yang ada di pekalongan yaitu:

Pasar Kesesi, Pasar Kajen, Pasar Bojong, Pasar Wiradesa, Pasar Wonopringgo, Pasar Kedungwuni, Pasar Doro, Pasar Banyu Urip, Pasar Tirto, Pasar Lebakbarang.

D . Variabel Penelitian

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu:

  1. Variabel independen atau variabel bebas yaitu variabel yang akan diselidiki pengaruhnya, dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah produksi padi menurun (X1) dan kebijakan pemerintah (X2).
  2. Variabel dependen atau variabel terikat yaitu variabel yang diramalkan akan ada hubungan yang dipengaruhi oleh variabel bebas, dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah kenaikan harga beras(Y).

E.    Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder.

1. Variabel kenaikan harga beras (Y)                        : Sumber data sekunder dari laporan keuangan pengurus pasar, Sumber data primer diperoleh dari kepala pengelolaan pasar

2. Variabel produksi padi menurun (X1)                   :  Sumber data primer yang diperoleh dari kantor kecamatan

3. Variabel kebijakan pemerintah (X2)                      : Sumber data primer yang diperoleh dari kantor kecamatan

F.    Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua metode pengumpulan data yaitu dokumentasi dan kuesioner atau angket.

  1. Metode Dokumentasi

Dalam penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data mengenai kenaikan harga beras. Dalam penelitian ini adalah dokumen yang berkaitan dengan laporan keuangan pegawai & petugas pasar selaku pengelola pasar.

G.   Teknik Uji Prasyarat Analisis

  1. Uji normalitas

Kenormalan data-data yang diperlukan untuk uji statistik berikutnya. Uji normalitas data merupakan uji keselarasan untuk mengetahui kepastian berapa data yang diperoleh. Menurut Ghozali (2001:77), “Uji normalitas menggunakan uji kolmogrov-smirnov, dengan uji ini dapat diketahui data yang digunakan berdistribusi normal atau tidak”.

Apabila signifikansi hitung > 0,05, maka data tersebut berdistribusi normal dan apabila signifikansi hitung ≤ 0,05 maka data tersebut tidak berdistribusi normal. Pengujian uji normalitas butir soal dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS.

  1. Uji Linearitas

Uji ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah model persamaan yang diperoleh cocok/tidak. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut:

  1.                                 i.      Uji Statistik

, (1-a) (k-2;n.k)

  1.                               ii.      Kesimpulan
    1. Jika nilai Fhitung < Ftabel maka Ho diterima berarti persamaannya linier.
    2. Jika nilai Fhitung > Ftabel maka ho ditolak berarti persamaannya tidak linier.

H.      Teknik Analisis Data

1.     Analisis Korelasi Berganda

Menurut Eny (2006:42) dapat diketahui dengan rumus sebagai berikut:

Keterangan:

= koefisien korelasi antara Y dengan X1 dan X2

= koefisien predictor X1

= jumlah item antara X1 dengan Y

= jumlah kuadrat kriterium Y

2.       Analisis Regresi Berganda

Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh yang ditimbulkan antara aspek pengaruh asal sekolah menengah (X1) dan lingkungan sosial (X2) terhadap kemampuan bertanya mahasiswa. Menurut Sudjana (2002:69):

Persamaan regresinya: Y = a + b1X1 + b2X2

Keterangan:

A      = koefisien regresi (konstanta)

b1     = koefisien regresi untuk X1

b2     = koefisien regresi untuk X2

X1    = asal sekolah menengah

X2    = lingkungan sosial

DAFTAR PUSTAKA

Joko suwandi, 2002. Pengantar ilmu ekonomi, Surakarta;FKIP

Buku Materi Pokok (BMP) Kebijakan Pemerintah (IPEM4538).

Word press. 2007. Ilmu Manajemen penetapan Harga Jual

Diambil pada tanggal 27 maret 2011.

Achmad Suryana dan Sudi Mardiyanto. 2001. Bunga Rampai Ekonomi Beras,

Jakarta , LPEM –FEUI.

Achmad Suryana. 2003. Kapita Selekta Evolusi Pemikiran Kebijakan Ketaha-

nan Pangan, FE UGM.

Sudarsono. 1984. Pengantar Ekonomi Mikro . Modul 1-5, Jakarta: Universitas

Terbuka.

TugaS PKB

LAPORAN KEGIATAN PRAKTEK KERJA BISNIS (PKB)

BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI BENGAWAN SOLO

13 Februari – 9 Maret 2012

 

 

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Praktik Kerja Bisnis Program Pendidikan Akuntansi Semester VI

 

 

Disusun oleh:

                                  Widi Rudini                         (A210 090 200)

Nugroho Dwi Pratama         (A210 090211 )

PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2012

KATA PENGANTAR

 

Assalamua’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Paktik Kerja Bisnis ini. Praktek Kerja Bisnis (PKB) ini dilaksanakan pada Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dari tanggal  13 Februari 2012 sampai 9 Maret 2012, dengan maksud untuk mengaplikasikan ilmu di bangku kuliah, memperoleh pengetahuan dan keterampilan kerja.

Penulis sadar akan keterbatasan yang dimilikinya, serta kebutuhan akan bantuan dan dukungan pribadi-pribadi disekitarnya. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada :

  1. Drs. Sofyan Anif, M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta,
  2. Drs. Djalal Fuadi, MM. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta,
  3. Drs.H.Sabar Narimo,MM.,M.Pd selaku Dosen Pembimbing Praktek Kerja Bisnis (PKB),
  4. Sri Wahyu K,ST,M.Si selaku  Kepala Sub Bagian Pengelolaan BMN Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo yang telah bersedia memberikan ijin tempat untuk mengadakan Praktek Kerja Bisnis bagi penulis,
  5. Aulia selaku pembimbing lapanagan,
  6. Segenap Karyawan dan Karyawati Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo
  7. Teman-teman seperjuangan saat melaksanakan Praktek Kerja Bisnis.

Penulis sadar dalam pembuatan laporan ini massih jauh dari sempurna. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan laporan Praktik Kerja Bisnis ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan.

Surakarta,  24 April 2012

 

Penulis

 

 

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL……………………………………………………………………………………

HALAMAN PERSETUJUAN………………………………………………………………………

HALAMAN PENGESAHAN ………………………………………………………………………

KATA PENGANTAR…………………………………………………………….

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………..

  1. Latar Belakang………………………………………………………….
  2. Tujuan Prakter Kerja Bisnis (PKB)…………………………………………………….
  3. Manfaat Praktek Kerja Bisnis (PKB)………………………………………………….
  4.  Tempat dan Waktu Pelaksanaan………………………………………

BAB II TINJAUAN UMUM BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI

             BENGAWAN SOLO ………………………………………………………………………

  1. Sejarah umum Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo…….. ………….
  2. Visi dan Misi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo…………………..
  3. Stuktur Organisasi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo……………

BAB III TINJAUAN KHUSUS BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI

BENGAWAN SOLO……………………………………………………………………..

  1. Stuktur Organisasi Bagian………………………………………………………………….
  2. Sistem dan Prosedur Kerja………………………………………………………………….
  3. Jumlah Tenaga Kerja………………………………………………………………………..
  4. Pengawasan…………………………………………………………………………………….

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN……………………………………………………………

BAB IV PENUTUP……………………………………………………………….

  1. Kesimpulan……………………………………………………………….
  2. Saran………………………………………………………………………

LAMPIRAN………………………………………………………………………

 

 

 

BAB II

TINJAUAN UMUM BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI

BENGAWAN SOLO

  1. A.       Profil Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo

Sungai Bengawan Solo merupakan sungai terbesar di Pulau Jawa dengan luasan DAS sebesar  ± 16,100 km2, mengalir dari Pegunungan Sewu di sebelah barat-selatan Surakarta, ke laut Jawa di Utara Surabaya melalui alur sepanjang  ± 600 km.Berdasarkan geografi, Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo dibagi menjadi Sub Daerah Aliran Sungai (Sub DAS) Bengawan Solo Hulu dengan luas 6.072 km2, Bengawan Solo Hilir dengan luas 6.273 km2 dan Kali Madiun dengan luas 3.755 km2.

Akibat terjadinya banjir besar tahun 1966, pemerintah membentuk “Proyek Penanggulangan Bencana Alam” yang tugasnya antara lain untuk menangani akibat banjir tersebut, sedang pengembangan sumber daya air (SDA) di wilayah sungai Bengawan Solo dimulai pada tahun 1696, berpusat di kota Surakarta, berdasarkan Kep Men PUTL No. : 135/KPTS/1969, dengan kegiatan berupa perbaikan-perbaikan kerusakan akibat tahun 1966 dan 1968.

Sesuai dengan berjalannya waktu organisasi pengelola wilayah sungai Bengawan Solo selalu berubah dan sampai akhir tahun 2006 menjadi “Induk Pelaksana Kegiatan Pengembangan Wilayah Sungai Bengawan Solo” (IPKPWSBS).

Pada tahun 2007, pemerintah membentuk organisasi Unit Pelaksana Teknik (UPT) di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air untuk Wilayah Sungai Bengawan Solo dangan nama “Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo”(BBWSBS)

 

Tugas BBWS

Pengelolaan Sumber Daya Air :

Perencanaan, Pelaksanaan Kontruksi, O & P dalam rangka Konservasi Sumber Daya Air, Pengembangan Sumber Daya Air, Pendayagunaan Sumber Daya Air dan Pengendalian daya rusak air pada wilayah Sungai Bengawan Solo.

 

Kedudukan BBWS

  1. Balai Besar WS Bengawan Solo : UPT dibidang konservasi sumber daya air, pengembangan sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air pada WS Bengawan Solo, yang berada dibawah dan bertanggung  jawab kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
  2. Balai Besar WS Bengawan Solo dipimpin oleh seorang Kepala dangan Eselon

 

BBWS Menyelenggarakan Fungsi

  1. Penyusunan pola dan rencana pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai
  2. Penyusunan rencana dan pelaksanaan pengelolaan kawasan lindung sumber air pada wilayah sungai
  3. Pengelolaan sumber daya air yang meliputi konservasi sumber daya air, pengembangan sumber air, pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air.
  4. Penyiapan rekomendasi teknis dalam pemberian ijin atas penyediaan, peruntukan, penggunaan dan pengusahaan sumber daya air pada wilayah sungai.
  5. Operasi dan pemeliharaan sumber daya air pada wilayah sungai
  6. Pengelolaan sistem hidrologi
  7. Penyelenggaraan data dan informasi sumber daya air.
  8. Fasilitasi kegiatan tim koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai
  9. Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air.
  10. Pelaksanaan ketatausahaan balai besar wilayah sungai.

Pembagian Wewenang & Tanggung Jawab Pengelolaan SDA

Menurut UU No.7/2004 ttg S.D.Air:

PEMERINTAH PUSAT PEMERINTAH PROVINSI PEMERINTAH KAB/KOTA
Pengelolaan SDA yang terletak pada Wil. Sungai:

–                    Lintas Provinsi

–                    Lintas Negara

–                    Strategi Nasional

 

Pasal 14

Pengelolaan SDA yang terletak pada Wil. Sungai:

–                    Lintas Kabupaten/Kota

 

Pasal 15

Pengelolaan SDA yang terletak pada Wil. Sungai:

–                    Dalam Kabupaten/Kota

 

Pasal 16

 

Diskripsi

Wilayah Sungai Bengawan Solo

WS Bengawan Solo terletak di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, pada 110°18’ sampai 112°45’ LS sampai 8°08’ LS, iklim tropis, suhu udara dan kelembaban ynag tinggi.

WS Bengawan Solo terbagi menjadi 4 (empat DAS) dengan luas total 19.800km2.

 

WILAYAH KERJA BBWS BENGAWAN SOLO

No. Daerah Aliran Sungai Luas Wilayah DAS
1. DAS Bengawan Solo 16.100 Km²
2. DAS K. Grindulu dan K. Lorog 1.520 Km²
3. DAS Kali Lamong 720 Km²
4. DAS Pantai Utara (PANTURA) Jawa Timur (DAS K. Semawun, K. Wungu, K. Goneng dan K. Sondang). 1.440 Km²

 

 

Deskripsi WS Bengawan Solo

WS Bengawan Solo secara administratif mencakup 17 (tujuh belas) kabupaten dan 3 (tiga) kota

Provinsi Kabupaten Kota
Jawa Tengah Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Blora dan Rembang Surakarta
Jawa Timur Pacitan, Ponorogo, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Gresik Madiun, Surabaya

 

  1. B.     Visi & Misi

DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR

VISI:

Terwujudnya Kemanfaatan Sumber Daya Air bagi Kesejahteraan seluruh rakyat

 

MISI:

  1. Konservasi Sumber Daya Air yang berkelanjutan
  2. Pendayagunaan Sumber Daya Air yang adil untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat yang memenuhi syarat-syarat kualitas dan kuantitas
  3. Pengendalian Daya Rusak Air
  4. Pemberdayaan dan peningkatan partisipasi masyarakat, swasta dan pemerintah dalam pengelolaan dan pembangunan sumber daya air
  5. Peningkatan Keterbukaan dan Ketersediaan data serta informasi dalam pembangunan sumber daya air
  6. C.    Susunan Organisasi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

TINJAUAN KHUSUS BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI BENGAWAN SOLO

 

  1. A.    Stuktur Organisasi Bagian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. B.     Sistem dan Prosedur Kerja

Sistem tata kerja yang dijalankan oleh BBWS Bengawan Solo juga mengacu pada Permen PU No. 12/PRT/M/2006 di atas, yaitu :

  1. Dalam melaksanakan tugas sehari-hari BBWS Bengawan Solo melakukan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi dengan Eselon II terkait.
  2. Setiap pimpinan satuan organisasi dan Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan BBWS Bengawan Solo menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik di lingkungan masing-masing maupun antar unit kerja, dan instansi lain yang terkait, sesuai dengan tugas masing-masing.
  3. Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan BBWS Bengawan Solo selalu mengawasi pelaksanaan tugas bawahannya masing-masing, dan apabila ditemukan terjadi penyimpangan maka akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  4. Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan BBWS Bengawan Solo bertanggungjawab memimpin dan mengkoordi-nasikan bawahan masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk pelaksanaan tugas bawahannya.
  5. Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan BBWS Bengawan Solo akan selalu mengikuti, mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing serta menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.
  6. Setiap Pejabat Fungsional bertanggungjawab di dalam melaksanakan tugas sesuai dengan substansi kegiatannya serta akan selalu mengikuti, mematuhi peraturan yang berlaku dan menyampaikan laporan kepada Kepala Balai mengenai kegiatan yang telah dikerjakan.
  7. Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan penyusunan laporan lebih lanjut.
  8. Kepala Bagian Tata Usaha selalu menyusun laporan berkala BBWS Bengawan Solo.
  9. Dalam menyampaikan laporan kepada atasan, maka tembusan laporan akan disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.
  10. Dalam melaksanakan tugas, setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan BBWS Bengawan Solo dibantu oleh kepala satuan organisasi di bawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan selalu mengadakan rapat secara berkala.

 

BAB IV

DESKRIPSI PEKERJAAN

Dikarenakan semua peserta PKB berada pada bidang yang sama yaitu bidang Pengelolaan BMN maka semua pekerjaan yang dikerjakan sama dan merata. Pekerjaan tersebut antara lain adalah :

  1. Analisis Harga Satuan Pekerjaan Pembuatan Papan
  2. Analisis Harga Satuan Pekerjaan Pembuatan Patok
  3. Latihan Pembuatan RAB Pendukung Pemasangan Papan
  4. Latihan Pembuatan RAB Pendukung Pemasangan Patok
  5. Latihan Pembuatan RAB Banjiran
  6. Latihan Pembuatan RAB Inventarisasi BMN
  7. Latihan Pembuatan RAB Koordinasi Penatausahaan
  8. Latihan Pembuatan RAB Panitia Penghapusan Pengelolaan BMN

BAB V

PENUTUP

  1. A.    Kesimpulan

Dari pembahasan pelaksanaan PKB diatas.maka penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan antara lain :

  1. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Merupakan Departemen Pekerjaan Umum yang bertugas dalam Perencanaan, Pelaksanaan Kontruksi, O & P dalam rangka Konservasi Sumber Daya Air, Pengembangan Sumber Daya Air, Pendayagunaan Sumber Daya Air dan Pengendalian daya rusak air pada wilayah Sungai Bengawan Solo.
  2. Para pegawai  penuh disiplin saat melaksanakan tugas-tugasnya,suasana kerja di Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo yang nyaman serta hubungan antar pegawai yang cukup baik.
  3. Pengarsipan data base banyak yang belum teratur,baik data base dalam komputer maupun data base dalam bentuk print out. Sehingga sering kesulitan ketika mencari data-data yang telah lalu.

 

  1. B.     Saran

Dari beberapa hambatan yang muncul pada Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo,maka penulis ingin memberikan beberapa saran,antara lain :

  1. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo lebih memilih memperluas daerah aliran sungai dari pada memperbaiki irigasi. Hal ini dapat diperbaiki dengan memilih memperbaiki irigasi-irigasi yang sudah ada.
  2. Hambatan – Hambatan kecil yang terjadi seharusnya secepatnya diseleksikan agar tidak mengganggu pekarjaan lain.
  3. Perlu dilakukan kembalioleh bagian inkaso untuk menyimpan arsip-arsip lama yang lama jatuh tempo meskipun semua arsip sudah disimpan dikomputer. Hal ini dilakukan untuk menghindari kekeliruhan atau selisih yang tidak dapat terdekteksi melalui komputerisasi serta untuk lebih mempermudah pencarian data jika suatu saat diperlukan.

RPP GeografI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah                       : SMP Negeri 1 Teras

Mata Pelajaran            : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Kelas / Semester          : VIII / 1

Alokasi Waktu            : 2 X 40 Menit

  1. Standar Kompetensi
    1. Memahami permasalahan sosial berkaitan dengan pertumbuhan penduduk
    2.  Kompetensi Dasar
      1. Mendeskripsikan permasalahan kependudukan dan upaya penanggulangannya
      2. Indikator
        1. Mengidentifikasi faktor-faktor pendorong dan penghambat kelahiran dan kematian
        2. Membandingkan kepadatan penduduk tiap-tiap provinsi dan pulau di indonesia
        3. Mendeskripsikan kondisi penduduk Indonesia berdasarkan piramida penduduknya
        4. Menghitung perbandingan laki-laki perempuan (sex ratio) dan beban ketergantungan
        5. Mengartikan angka usia harapan hidup
        6. Tujuan Pembelajaran
          1. Siswa dapat Mengidentifikasi faktor-faktor pendorong dan penghambat kelahiran dan kematian
          2. Siswa dapat Membandingkan kepadatan penduduk tiap-tiap provinsi dan pulau di indonesia
          3. Siswa dapat Mendeskripsikan kondisi penduduk Indonesia berdasarkan piramida penduduknya
          4. Siswa dapat Menghitung perbandingan laki-laki perempuan (sex ratio) dan beban ketergantungan
          5. Siswa dapat Mengartikan angka usia harapan hidup
  1. Materi ajar
    1. Faktor-faktor pendorong dan penghambat kelahiran dan kematian
    2. Kepadatan penduduk tiap-tiap provinsi dan pulau di indonesia
    3. Kondisi penduduk Indonesia berdasarkan piramida penduduknya
    4. Perbandingan laki-laki perempuan (sex ratio) dan beban ketergantungan
    5. Usia harapan hidup
    6. Metode Pembelajaran
      1. Ceramah bervariasi
      2. Tanya jawab
  1. Langkah-langkah pembelajaran
No. Uraian kegiatan Pendidikan karakter yang dicapai Alokasi waktu
1. Kegiatan Awal1)  Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca Basmalah.2)  Presensi dengan focus pada siswa yang tidak masuk.

3)  Apersepsi, memberi pertanyaan seputar pelajaran yang lalu.

4)  Motivasi, memberikan informasi tentang tujuan mempelajari materi permasalahan kependudukan dan upaya penanggulangannya

1)   Religius2)   Kedisiplinan3)   Kreatif

4)   keingintahuan

10 Menit
2. Kegiatan IntiEksplorasi1)  Guru menyampaikan secara singkat garis-garis besar yang akan diajarkan tentang materi permasalahan kependudukan dan upaya penanggulangannya

2)  Siswa memahami materi yang ada pada LKS

3)  Guru memberi soal tentang cara perhitungan angka kelahiran dan kematian

1)   Kecerdasan2)   Kreatif3)   Kemandirian 20 Menit
Elaborasi1)  Siswa memperhatikan  materi2)  Siswa mengerjakan soal tentang cara perhitungan perbandingan laki-laki perempuan

3)  Siswa menyajikan hasil jawaban dari pekerjaannya

4)  Guru dan siswa bersama-sama membahas jawaban dari soal-soal tersebut

1)   Berpikir logis, kreatif.2)   Kecerdasan3)   Bertanggung jawab, percaya diri

4)   Bertanggung jawab

30 Menit
Konfirmasi1)   Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan materi2)   Guru memfasilitasi siswa untuk memperoleh pengetahuan yang lebih dari materi 1)   Kecerdasan2)   Keingintahuan  10 Menit
3. Kegiatan Akhir1)  Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi.2)  Guru memberikan tugas pada siswa

3)  Merencanakan materi berikutnya

4)  Berdoa

5)  Keluar kelas dengan tertib

1)    Bertanggungjawab, cerdas2)    Kemandirian

3)    Keingintahuan

4)    Religius

5)    kedisiplinan

10    Menit
  1. Sumber dan Media Pembelajaran

–          LKS Geografi Optimis halaman 22-26

–          Lembar soal

  1. Penilaian
    1. Teknik Penilaian:

Tes Lisan

  1. Bentuk Instrumen:
    1. Tes uraian

N = jumlah soal yang benar  X  Jumlah bobot

= 5 X 25

= 100

Ket:

0 -20    = sangat kurang

21-40   = kurang

41-60   = sedang

61-80   = baik

81-100 = sangat baik

Rubik Penilaian

  • Soal Esey

Soal     Benar         Nilai

1                      25

2                      25

3                      25

4                      25

  1. Soal / insrtumen:
    1. Sebutkan faktor-faktor penunjang kelahiran(pronatalitas)!
    2. Sebutkan faktor-faktor antinatalitas!
    3. Sebutkan faktor-faktor penyebab kematian!
    4. Sebutkan faktor-faktor penghambat kematian!
    5. Jelaskan pengertian dari sex ratio 102!

Jawaban :

1). a. Kawin usia muda

b. Pandangan banyak anak banyak rejeki

c. Anak diharapkan dapat mencari nafkah/membantu keluarga

d. Anak menjadi kebanggaan orangtua

e. Anak laki-laki dianggap sebagai penerus keturunan

2). a. Keinginan untuk mempunyai jumlah anak yang sedikit

b. Penundaan usia kawin

c. Wanita yang merasa ruang geraknya akan terbatas bila memiliki banyak anak

d. UU perkawinan yang menentukan bahwa umur minimal kawin untuk laki-laki 19 tahun dan wanita 16 tahun (UU No.1 tahun 1974)

e. Program keluarga berencana (KB)

3). a. Belum memadainya fasilitas kesehatan             f. Pembunuhan/bunuh diri

b.Tingkat kesehatan rakyat yang masih rendah    g. perang

c. Kurangnya gizi dimasyarakat                            h. Bencana alam dan wabah penyakit

d. Pencemaran lingkungan                                     i. Sanitasi yang tidak memadai

e. Kecelakaan lalu lintas                                        j. Pendapatan per kapita yang rendah

4). a. Semakin meningkatnya fasilitas kesehatan  e. ajaran agama melarang bunuh

b. Tingginya tingkat kesehatan masyarakat          diri dan pembunuhan

c. Makanan yang cukup bergizi                        f. Pendapatan per kapita yang tinggi

d. Lingkungan yang bersih dan teratur            g. Sanitasi lingkungan yang baik/memadai

h. Kondisi pendapatan yang baik

Teras,  September 2012

Mengetahui

Guru pamong                                                                  Guru Praktikan

Dra.Idawati Eko P.                                                              Widi Rudini

NIP. 19680430 200501 2 003                                                            NIM. A210090200