TugaS PKB

LAPORAN KEGIATAN PRAKTEK KERJA BISNIS (PKB)

BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI BENGAWAN SOLO

13 Februari – 9 Maret 2012

 

 

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Praktik Kerja Bisnis Program Pendidikan Akuntansi Semester VI

 

 

Disusun oleh:

                                  Widi Rudini                         (A210 090 200)

Nugroho Dwi Pratama         (A210 090211 )

PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2012

KATA PENGANTAR

 

Assalamua’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Paktik Kerja Bisnis ini. Praktek Kerja Bisnis (PKB) ini dilaksanakan pada Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dari tanggal  13 Februari 2012 sampai 9 Maret 2012, dengan maksud untuk mengaplikasikan ilmu di bangku kuliah, memperoleh pengetahuan dan keterampilan kerja.

Penulis sadar akan keterbatasan yang dimilikinya, serta kebutuhan akan bantuan dan dukungan pribadi-pribadi disekitarnya. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada :

  1. Drs. Sofyan Anif, M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta,
  2. Drs. Djalal Fuadi, MM. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta,
  3. Drs.H.Sabar Narimo,MM.,M.Pd selaku Dosen Pembimbing Praktek Kerja Bisnis (PKB),
  4. Sri Wahyu K,ST,M.Si selaku  Kepala Sub Bagian Pengelolaan BMN Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo yang telah bersedia memberikan ijin tempat untuk mengadakan Praktek Kerja Bisnis bagi penulis,
  5. Aulia selaku pembimbing lapanagan,
  6. Segenap Karyawan dan Karyawati Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo
  7. Teman-teman seperjuangan saat melaksanakan Praktek Kerja Bisnis.

Penulis sadar dalam pembuatan laporan ini massih jauh dari sempurna. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan laporan Praktik Kerja Bisnis ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan.

Surakarta,  24 April 2012

 

Penulis

 

 

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL……………………………………………………………………………………

HALAMAN PERSETUJUAN………………………………………………………………………

HALAMAN PENGESAHAN ………………………………………………………………………

KATA PENGANTAR…………………………………………………………….

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………..

  1. Latar Belakang………………………………………………………….
  2. Tujuan Prakter Kerja Bisnis (PKB)…………………………………………………….
  3. Manfaat Praktek Kerja Bisnis (PKB)………………………………………………….
  4.  Tempat dan Waktu Pelaksanaan………………………………………

BAB II TINJAUAN UMUM BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI

             BENGAWAN SOLO ………………………………………………………………………

  1. Sejarah umum Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo…….. ………….
  2. Visi dan Misi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo…………………..
  3. Stuktur Organisasi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo……………

BAB III TINJAUAN KHUSUS BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI

BENGAWAN SOLO……………………………………………………………………..

  1. Stuktur Organisasi Bagian………………………………………………………………….
  2. Sistem dan Prosedur Kerja………………………………………………………………….
  3. Jumlah Tenaga Kerja………………………………………………………………………..
  4. Pengawasan…………………………………………………………………………………….

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN……………………………………………………………

BAB IV PENUTUP……………………………………………………………….

  1. Kesimpulan……………………………………………………………….
  2. Saran………………………………………………………………………

LAMPIRAN………………………………………………………………………

 

 

 

BAB II

TINJAUAN UMUM BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI

BENGAWAN SOLO

  1. A.       Profil Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo

Sungai Bengawan Solo merupakan sungai terbesar di Pulau Jawa dengan luasan DAS sebesar  ± 16,100 km2, mengalir dari Pegunungan Sewu di sebelah barat-selatan Surakarta, ke laut Jawa di Utara Surabaya melalui alur sepanjang  ± 600 km.Berdasarkan geografi, Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo dibagi menjadi Sub Daerah Aliran Sungai (Sub DAS) Bengawan Solo Hulu dengan luas 6.072 km2, Bengawan Solo Hilir dengan luas 6.273 km2 dan Kali Madiun dengan luas 3.755 km2.

Akibat terjadinya banjir besar tahun 1966, pemerintah membentuk “Proyek Penanggulangan Bencana Alam” yang tugasnya antara lain untuk menangani akibat banjir tersebut, sedang pengembangan sumber daya air (SDA) di wilayah sungai Bengawan Solo dimulai pada tahun 1696, berpusat di kota Surakarta, berdasarkan Kep Men PUTL No. : 135/KPTS/1969, dengan kegiatan berupa perbaikan-perbaikan kerusakan akibat tahun 1966 dan 1968.

Sesuai dengan berjalannya waktu organisasi pengelola wilayah sungai Bengawan Solo selalu berubah dan sampai akhir tahun 2006 menjadi “Induk Pelaksana Kegiatan Pengembangan Wilayah Sungai Bengawan Solo” (IPKPWSBS).

Pada tahun 2007, pemerintah membentuk organisasi Unit Pelaksana Teknik (UPT) di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air untuk Wilayah Sungai Bengawan Solo dangan nama “Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo”(BBWSBS)

 

Tugas BBWS

Pengelolaan Sumber Daya Air :

Perencanaan, Pelaksanaan Kontruksi, O & P dalam rangka Konservasi Sumber Daya Air, Pengembangan Sumber Daya Air, Pendayagunaan Sumber Daya Air dan Pengendalian daya rusak air pada wilayah Sungai Bengawan Solo.

 

Kedudukan BBWS

  1. Balai Besar WS Bengawan Solo : UPT dibidang konservasi sumber daya air, pengembangan sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air pada WS Bengawan Solo, yang berada dibawah dan bertanggung  jawab kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
  2. Balai Besar WS Bengawan Solo dipimpin oleh seorang Kepala dangan Eselon

 

BBWS Menyelenggarakan Fungsi

  1. Penyusunan pola dan rencana pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai
  2. Penyusunan rencana dan pelaksanaan pengelolaan kawasan lindung sumber air pada wilayah sungai
  3. Pengelolaan sumber daya air yang meliputi konservasi sumber daya air, pengembangan sumber air, pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air.
  4. Penyiapan rekomendasi teknis dalam pemberian ijin atas penyediaan, peruntukan, penggunaan dan pengusahaan sumber daya air pada wilayah sungai.
  5. Operasi dan pemeliharaan sumber daya air pada wilayah sungai
  6. Pengelolaan sistem hidrologi
  7. Penyelenggaraan data dan informasi sumber daya air.
  8. Fasilitasi kegiatan tim koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai
  9. Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air.
  10. Pelaksanaan ketatausahaan balai besar wilayah sungai.

Pembagian Wewenang & Tanggung Jawab Pengelolaan SDA

Menurut UU No.7/2004 ttg S.D.Air:

PEMERINTAH PUSAT PEMERINTAH PROVINSI PEMERINTAH KAB/KOTA
Pengelolaan SDA yang terletak pada Wil. Sungai:

–                    Lintas Provinsi

–                    Lintas Negara

–                    Strategi Nasional

 

Pasal 14

Pengelolaan SDA yang terletak pada Wil. Sungai:

–                    Lintas Kabupaten/Kota

 

Pasal 15

Pengelolaan SDA yang terletak pada Wil. Sungai:

–                    Dalam Kabupaten/Kota

 

Pasal 16

 

Diskripsi

Wilayah Sungai Bengawan Solo

WS Bengawan Solo terletak di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, pada 110°18’ sampai 112°45’ LS sampai 8°08’ LS, iklim tropis, suhu udara dan kelembaban ynag tinggi.

WS Bengawan Solo terbagi menjadi 4 (empat DAS) dengan luas total 19.800km2.

 

WILAYAH KERJA BBWS BENGAWAN SOLO

No. Daerah Aliran Sungai Luas Wilayah DAS
1. DAS Bengawan Solo 16.100 Km²
2. DAS K. Grindulu dan K. Lorog 1.520 Km²
3. DAS Kali Lamong 720 Km²
4. DAS Pantai Utara (PANTURA) Jawa Timur (DAS K. Semawun, K. Wungu, K. Goneng dan K. Sondang). 1.440 Km²

 

 

Deskripsi WS Bengawan Solo

WS Bengawan Solo secara administratif mencakup 17 (tujuh belas) kabupaten dan 3 (tiga) kota

Provinsi Kabupaten Kota
Jawa Tengah Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Blora dan Rembang Surakarta
Jawa Timur Pacitan, Ponorogo, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Gresik Madiun, Surabaya

 

  1. B.     Visi & Misi

DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR

VISI:

Terwujudnya Kemanfaatan Sumber Daya Air bagi Kesejahteraan seluruh rakyat

 

MISI:

  1. Konservasi Sumber Daya Air yang berkelanjutan
  2. Pendayagunaan Sumber Daya Air yang adil untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat yang memenuhi syarat-syarat kualitas dan kuantitas
  3. Pengendalian Daya Rusak Air
  4. Pemberdayaan dan peningkatan partisipasi masyarakat, swasta dan pemerintah dalam pengelolaan dan pembangunan sumber daya air
  5. Peningkatan Keterbukaan dan Ketersediaan data serta informasi dalam pembangunan sumber daya air
  6. C.    Susunan Organisasi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

TINJAUAN KHUSUS BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI BENGAWAN SOLO

 

  1. A.    Stuktur Organisasi Bagian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. B.     Sistem dan Prosedur Kerja

Sistem tata kerja yang dijalankan oleh BBWS Bengawan Solo juga mengacu pada Permen PU No. 12/PRT/M/2006 di atas, yaitu :

  1. Dalam melaksanakan tugas sehari-hari BBWS Bengawan Solo melakukan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi dengan Eselon II terkait.
  2. Setiap pimpinan satuan organisasi dan Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan BBWS Bengawan Solo menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik di lingkungan masing-masing maupun antar unit kerja, dan instansi lain yang terkait, sesuai dengan tugas masing-masing.
  3. Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan BBWS Bengawan Solo selalu mengawasi pelaksanaan tugas bawahannya masing-masing, dan apabila ditemukan terjadi penyimpangan maka akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  4. Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan BBWS Bengawan Solo bertanggungjawab memimpin dan mengkoordi-nasikan bawahan masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk pelaksanaan tugas bawahannya.
  5. Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan BBWS Bengawan Solo akan selalu mengikuti, mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing serta menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.
  6. Setiap Pejabat Fungsional bertanggungjawab di dalam melaksanakan tugas sesuai dengan substansi kegiatannya serta akan selalu mengikuti, mematuhi peraturan yang berlaku dan menyampaikan laporan kepada Kepala Balai mengenai kegiatan yang telah dikerjakan.
  7. Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan penyusunan laporan lebih lanjut.
  8. Kepala Bagian Tata Usaha selalu menyusun laporan berkala BBWS Bengawan Solo.
  9. Dalam menyampaikan laporan kepada atasan, maka tembusan laporan akan disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.
  10. Dalam melaksanakan tugas, setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan BBWS Bengawan Solo dibantu oleh kepala satuan organisasi di bawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan selalu mengadakan rapat secara berkala.

 

BAB IV

DESKRIPSI PEKERJAAN

Dikarenakan semua peserta PKB berada pada bidang yang sama yaitu bidang Pengelolaan BMN maka semua pekerjaan yang dikerjakan sama dan merata. Pekerjaan tersebut antara lain adalah :

  1. Analisis Harga Satuan Pekerjaan Pembuatan Papan
  2. Analisis Harga Satuan Pekerjaan Pembuatan Patok
  3. Latihan Pembuatan RAB Pendukung Pemasangan Papan
  4. Latihan Pembuatan RAB Pendukung Pemasangan Patok
  5. Latihan Pembuatan RAB Banjiran
  6. Latihan Pembuatan RAB Inventarisasi BMN
  7. Latihan Pembuatan RAB Koordinasi Penatausahaan
  8. Latihan Pembuatan RAB Panitia Penghapusan Pengelolaan BMN

BAB V

PENUTUP

  1. A.    Kesimpulan

Dari pembahasan pelaksanaan PKB diatas.maka penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan antara lain :

  1. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Merupakan Departemen Pekerjaan Umum yang bertugas dalam Perencanaan, Pelaksanaan Kontruksi, O & P dalam rangka Konservasi Sumber Daya Air, Pengembangan Sumber Daya Air, Pendayagunaan Sumber Daya Air dan Pengendalian daya rusak air pada wilayah Sungai Bengawan Solo.
  2. Para pegawai  penuh disiplin saat melaksanakan tugas-tugasnya,suasana kerja di Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo yang nyaman serta hubungan antar pegawai yang cukup baik.
  3. Pengarsipan data base banyak yang belum teratur,baik data base dalam komputer maupun data base dalam bentuk print out. Sehingga sering kesulitan ketika mencari data-data yang telah lalu.

 

  1. B.     Saran

Dari beberapa hambatan yang muncul pada Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo,maka penulis ingin memberikan beberapa saran,antara lain :

  1. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo lebih memilih memperluas daerah aliran sungai dari pada memperbaiki irigasi. Hal ini dapat diperbaiki dengan memilih memperbaiki irigasi-irigasi yang sudah ada.
  2. Hambatan – Hambatan kecil yang terjadi seharusnya secepatnya diseleksikan agar tidak mengganggu pekarjaan lain.
  3. Perlu dilakukan kembalioleh bagian inkaso untuk menyimpan arsip-arsip lama yang lama jatuh tempo meskipun semua arsip sudah disimpan dikomputer. Hal ini dilakukan untuk menghindari kekeliruhan atau selisih yang tidak dapat terdekteksi melalui komputerisasi serta untuk lebih mempermudah pencarian data jika suatu saat diperlukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s